Rapat Koordinasi IPEF for Prosperity

Kepala Bidang Keamanan, Angkutan Udara dan Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Bapak Fuadani memimpin rapat koordinasi terkait persiapan “The Second Negotiating Round Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) for Prosperity yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 s.d. 19 Maret 2023 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) yang akan dihadiri oleh delegasi Pemerintah dan pelaku usaha dari 14 negara IPEF yaitu Amerika Serikat, Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Fiji, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Rapat koordinasi dilaksanakan untuk penyelenggara negara yaitu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendapat masukan dalam persiapan pelaksanaan kegiatan khususnya persiapan terhadap pelayanan delegasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Selasa (21/2/2023).

Rapat dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Protokol Kementerian Luar Negeri, Fasilitas Diplomatik Kementerian Luar Negeri serta seluruh stakeholders Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang akan memberikan pelayanan di bandara. Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) merupakan kesepakatan kerja-sama bidang ekonomi yang tidak mengikat antar 14 negara di kawasan Asia dan Pasifik yang diundang berpartisipasi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia menawarkan diri menjadi tuan rumah dalam perundingan putaran kedua IPEF tingkat Senior Official di Bali pada Maret 2023. Total pertisipan berjumlah kurang lebih 1000 peserta, kegiatan yang akan dilaksanakan diantaranya adalah negosiasi perundingan putaran kedua IPEF sebagai event utama, IPEF Business Forum Dialogue, pertemuan bilateral, pertemuan dengan stakehoders terkait, retreat tingkat Menteri IPEF secara tatap muka dan virtual, showcase proyek yang terkait dengan isu dalam pilar IPEF. Prinsipnya seluruh stakeholder bandara siap mendukung pelaksanaan kegiatan dengan memberikan pelayanan terbaik seperti saat dilaksanakannya KTT G20 baik dari sisi kesehatan, keimigrasian, kepabeanan, keamanan, ground handling, flow kedatangan, serta penerbitan Pas sebagai tanda ijin masuk bandara.



Leave a Reply