Rapat Rencana Operasional A380 di Bandara Internasioanl I Gusti Ngurah Rai

Kepala Bidang Pelayanan dan Pengoperasian Bandar Udara, Ibu Ary Winarni memimpin rapat rencana operasional A380, khususnya secara teknis dan pelayanan dimana pesawat ini berkapasitas 600 pax yang membutuhkan waktu handling dan equipment berbeda dengan pesawat lainnya dikarenakan double-decker dan dimensi pesawat tersebut.


Kepala Bidang Keamanan, Angkutan Udara, dan Kelaikudaraan, Bapak Fuadani menyampaikan bahwa rapat ini juga sebagai tindaklanjut atas rapat internal DJU DAU dan OBU terkait (rencana operasi) renops A380 dari sisi persiapan ground handling dan pax handling di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Koordinasi komunitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai perlu tetap ditingkatkan mengingat akan diselenggarakannya event ASEAN Summit mendatang di Labuan Bajo.

Berdasarkan hasil rapat pada 19 Januari Direktorat Angkutan Udara menegaskan bahwa perlu detail ground handling seperti garbarata, fuel handling dan sosialisasi unit PKPPK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran), kesiapan terminal dan alternate aerodrome dengan airport diluar Indonesia.


Tim assesmen telah turun ke lapangan dan catatan telah disampaikan dalam rapat dengan Direktorat Angkutan Udara sebelumnya. RTIL telah dipindahkan dan holding position telah disiapkan, tim assesmen akan meninjau kembali kondisi yang dilaporkan tersebut termasuk SOP pergerakan aircraft khusus A380 yang dibuat oleh PT. Angkasa Pura I I Gusti Ngurah Rai akan ditinjau/kraifikasi kembali. A380 diperkirakan akan mulai establish pada bulan Juni sehingga marka perlu disiapkan.


Secara garis besar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah siap dengan rencana operasi A380 dengan beberapa catatan minor. Otoritas Bandar Udara Wilayah IV akan berkoordinasi dengan Custom, Immigration and Quarantine agar pelayanan dapat berjalan maksimal. Akan dilaksanakan assessment di lapangan untuk memverifikasi kembali data yang telah disampaikan.



Leave a Reply