Rapat Evaluasi Subsidi Angkutan Udara Perintis Korwil. Waingapu Tahun Anggaran 2023 dan Persiapan Pelaksanaan Tahun Anggaran 2024

Kepala Seksi Angkutan Udara, Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Bapak Rossi Danny menghadiri undangan Rapat Evaluasi Subsidi Angkutan Udara Perintis Korwil. Waingapu Tahun Anggaran 2023 dan Persiapan Pelaksanaan Tahun Anggaran 2024 yang dilaksanakan oleh Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Umbu Mehang Kunda-Waingapu di Naka Hotel Kupang tanggal 27 sampai 29 November 2023.

Adapun yang hadir dalam rapat ini diantaranya perwakilan Direktur Angkutan Udara yang hadir melalui Zoom, Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Korwil / PPK KPA Perintis, Kepala UPBU Cakupan, perwakilan PT. ASI Pudjiastuti. Rapat pada hari ini diadakan untuk melaksanakan fungsi perencanaan, pengawasan dan evaluasi serta fungsi koordinasi para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan angkutan udara perintis.

Beberapa hal yang disampaikan menjadi point penting dalam pelaksanaan Angkutan Udara Perintis adalah saat ini, keperintisan haruslah melihat Outcome Pax, bukan hanya melihat Output Target Frekuensi, kondisi 6 rute perintis saat ini mencapai kinerja yang baik, dengan daya serap keuangan sebesar 74,83% dan daya serap fisik sebesar 83,01% dari Januari sampai dengan Oktober 2023, terdapat beberapa usulan rute perintis Tahun Anggaran 2025 yaitu melalui Labuan Bajo sebagai hub di timur, dan beberapa usulan rute untuk membentuk rute Ende – Waingapu – Sabu, pengkajian rute usulan harus juga melihat aspek demand,  O-D, bangkitan – tarikan dan demografis penduduk di wilayah NTT dan diharapkan Operator/Badan Usaha Angkutan Udara  dapat melaksanakan kegiatan Angutan Udara Perintis sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan, menciptakan rute angudtis dapat menurunkan tarif yang saat ini terasa mahal dikarenakan dapat dioptimalkan  hub Labuan Bajo yang dapat melengkapi rute reguler yang ada dengan opsi Labuan Bajo – Waingapu perintis dengan pemilihan pax yang naik hanya pax dengan daya beli rendah atau mendorong komersial masuk di rute tersebut namun dapat dikompensasi dengan pemberian tambahan rute perintis lainnya, rute perintis tidak serta merta dapat berubah menjadi rute komersial, yang harus menjadi kajian adalah aspek tarif dan demand atau daya beli masyarakat terlebih dahulu, aspek evaluasi perintis frekuensi lebih dari 3 kali namun outcome pax 100% untuk melihat kondisi ROE 65-75% pax diangkut dari ATR72, evaluasi OD, dan lain lain, evaluasi pengawasan dan pengendalian Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV selama Tahun 2023 tidak menemukan rute perintis yang melebihi tarif yang dikenakan dan operasional terhadap keperintisan telah memenuhi aturan yang berlaku, dengan masa sisa sampai dengan Desember, dapat optimis terselesaikan. Untuk itu Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV juga mengingatkan bahwa keperintisan harus memenuhi prosedur dan administrasi pertanggungjawaban keuangan yang benar.

Untuk Rute yang eksisting Tahun 2023 yaitu Kisar-Kupang 1 kali seminggu, Sabu-Ende 2 kali seminggu, Waingapu-Ruteng 1 kali per minggu, Sabu-Waingapu 2 kali per minggu, Sabu-Rote 1 kali seminggu, Kupang-Pantar 1 Kali per minggu. Untuk Rute tahun 2024 yaitu Sabu-Ende 3 kali seminggu, Waingapu-Ruteng 2 kali per minggu, Sabu-Waingapu 3 kali per minggu, Sabu-Rote 2 kali seminggu, Kupang-Pantar 2 kali per minggu, dengan catatan Bandara Kisar akan berpindah ke Korwil Langgur pada Tahun 2024. Disampaikan pula apabila terdapat bulan-bulan yang ekstrem yang mengakibatkan tidak adanya penerbangan, maka dapat dimungkinkan sekali penerbangan tersebut terganti di bulan berikutnya degan mengkompensasi frekuensi yang tersedia sehingga kontrak terhadap frekuensi dan target pax terpenuhi, untuk itu disarankan dapat selalu berkomunikasi dengan operator terkait adanya berita acara atau keterangan didalam kontrak tersebut.

 



Leave a Reply