SIARAN PERS : Arus Balik Nataru 2025/2026 di Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Pergerakan Penumpang Meningkat Signifikan

Arus Balik Nataru 2025/2026 di Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Pergerakan Penumpang Meningkat Signifikan

SIARAN PERSNomor : 1/SP/DJPU/I/2026

Surabaya (5/1/2026) – Berdasarkan hasil monitoring pergerakan penumpang di bandara-bandara Jawa Timur selama periode arus balik Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 pada 1–4 Januari, tercatat peningkatan signifikan jumlah penumpang dengan konsentrasi tertinggi terjadi pada 4 Januari 2026. Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Bandara Abdulrachman Saleh Malang menunjukkan pola kenaikan bertahap yang menguat menjelang akhir masa libur, seiring berakhirnya long weekend pascalibur Tahun Baru.

Di Bandara Internasional Juanda, total pergerakan penumpang selama periode 1–4 Januari 2026 terus mengalami kenaikan dari hari ke hari. Pada 1 Januari tercatat sebanyak 33.170 penumpang, meningkat menjadi 38.389 penumpang pada 2 Januari atau naik 15,73 persen dari hari sebelumnya. Tren kenaikan berlanjut pada 3 Januari dengan 41.352 penumpang atau naik 7,72 persen, dan mencapai puncaknya pada 4 Januari dengan total 47.317 penumpang, meningkat 14,42 persen dibandingkan 3 Januari.

Peningkatan pada 4 Januari juga terlihat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah penumpang datang di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada 4 Januari 2026 tercatat sebanyak 22.182 penumpang, meningkat dibandingkan 17.918 penumpang pada periode yang sama tahun 2025 atau naik sebesar 23,80 persen. Sementara itu, penumpang berangkat juga mengalami peningkatan yang cukup tajam, dari 19.081 penumpang pada 4 Januari 2025 menjadi 25.135 penumpang pada 4 Januari 2026, atau meningkat 31,73 persen. Lonjakan ini menegaskan peran Bandara Juanda sebagai simpul utama arus balik Angkutan Nataru di Jawa Timur.

Di sisi lain, di Bandara Abdulrachman Saleh Malang, pergerakan penumpang menunjukkan pola fluktuatif sepanjang periode 1–4 Januari 2026. Total penumpang pada 1 Januari tercatat sebanyak 1.143 penumpang, meningkat 24,93 persen menjadi 1.428 penumpang pada 2 Januari. Namun, pada 3 Januari terjadi penurunan sebesar 9,31 persen menjadi 1.295 penumpang. Pada 4 Januari, jumlah penumpang kembali meningkat signifikan menjadi 1.775 penumpang atau naik 37,07 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pergerakan penumpang di Bandara Abdulrachman Saleh Malang pada 4 Januari menunjukkan peningkatan yang signifikan. Jumlah penumpang datang tercatat naik dari 404 penumpang pada 4 Januari 2025 menjadi 826 penumpang pada 4 Januari 2026 atau meningkat 104,46 persen. Sementara itu, penumpang berangkat meningkat dari 501 penumpang pada 2025 menjadi 949 penumpang pada 2026, atau naik 89,42 persen, yang menunjukkan konsentrasi arus balik terjadi pada hari terakhir masa libur.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya, Agustono, menyampaikan bahwa puncak pergerakan penumpang pada 4 Januari merupakan pola yang lazim terjadi pada akhir libur panjang. “Tanggal 4 Januari menjadi puncak arus balik karena bertepatan dengan hari Minggu dan merupakan hari terakhir long weekend. Masyarakat memanfaatkan waktu tersebut untuk kembali ke daerah asal sebelum kembali beraktivitas dan bekerja pada hari Senin,” ujarnya.

Agustono menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus menjalankan fungsi pengawasan secara intensif selama periode Angkutan Nataru, mulai dari kesiapan bandar udara, operasional maskapai, hingga pelayanan kepada penumpang. Pengawasan tersebut dilakukan melalui koordinasi dan sinergi dengan Otoritas Bandar Udara, pengelola bandara, maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, BMKG, serta unsur TNI dan Polri guna memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan.

Dalam pelaksanaannya, pelaksanaan arus balik Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jawa Timur berlangsung aman dan terkendali namun terdapat hambatan operasional yang dihadapi, terutama faktor cuaca buruk di sejumlah wilayah yang menyebabkan keterlambatan (delay) dan pengalihan penerbangan (divert). Meski demikian, seluruh stakeholder terus berupaya melakukan langkah mitigasi dan penanganan secara cepat agar dampak terhadap penumpang dapat diminimalkan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder terkait atas sinergi dan koordinasi yang terjalin selama penyelenggaraan Angkutan Nataru serta kepada para pengguna jasa transportasi udara atas kerja sama, kesabaran, dan kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan selama periode angkutan udara Nataru Tahun 2025/2026. (IT/CN/RA/EP)

KEPALA BAGIAN HUMAS DAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

ENDAH PURNAMA SARI

X: @djpu151
Instagram: @djpu_151
YouTube: djpu151
Facebook: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
Portal: hubud.kemenhub.go.id



Leave a Reply